Pemilu Israel Memanas, Netanyahu Dikecam usai Tuding Partai Arab Curang

Rizky Agustian
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Foto: AP)

Sesuai protokol pembentukan pemerintahan Israel, presiden akan menunjuk pemimpin partai yang dinilai memiliki peluang terbesar untuk membentuk pemerintahan mayoritas. Kandidat pertama memiliki waktu hingga 42 hari untuk memenuhi mandat tersebut.

Jika gagal, tugas itu dapat dialihkan kepada kandidat kedua yang diberi waktu 28 hari. Apabila kandidat kedua juga tidak berhasil, kesempatan selama 14 hari akan diberikan kepada kandidat ketiga. 

Jika seluruh tahapan berakhir tanpa pembentukan pemerintahan, pemilu baru akan digelar.

Likud Tuduh Ada Campur Tangan Asing

Pada Kamis (29/10/2026), Partai Likud menuding para pemilih telah disuap untuk memberikan suara kepada partai-partai Arab. Tuduhan tersebut muncul setelah ketua Komite Pemilihan Umum Pusat (CEC) meminta Shin Bet menyelidiki dugaan campur tangan asing yang disebut memiliki kecurigaan serius.

Kedua partai Arab dengan tegas menolak tuduhan tersebut. Aliansi Joint List menyatakan klaim itu tidak berdasar.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
23 jam lalu

Tak Ada Pemenang Pemilu Israel, Akankah Oposisi Gandeng Partai Arab Gulingkan Netanyahu?

2 hari lalu

Pemilu Israel, Peneliti: Netanyahu Kalah Belum Tentu Hadirkan Perdamaian di Palestina

3 hari lalu

Diproyeksikan Raih 19 Kursi Parlemen Israel, Partai Arab Ingin Gulingkan Netanyahu

3 hari lalu

Update Pemilu Israel: Kubu Netanyahu Raih 53 Kursi, Eisenkot 48, Partai Arab 19 Kursi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal