Sesuai protokol pembentukan pemerintahan Israel, presiden akan menunjuk pemimpin partai yang dinilai memiliki peluang terbesar untuk membentuk pemerintahan mayoritas. Kandidat pertama memiliki waktu hingga 42 hari untuk memenuhi mandat tersebut.
Jika gagal, tugas itu dapat dialihkan kepada kandidat kedua yang diberi waktu 28 hari. Apabila kandidat kedua juga tidak berhasil, kesempatan selama 14 hari akan diberikan kepada kandidat ketiga.
Jika seluruh tahapan berakhir tanpa pembentukan pemerintahan, pemilu baru akan digelar.
Likud Tuduh Ada Campur Tangan Asing
Pada Kamis (29/10/2026), Partai Likud menuding para pemilih telah disuap untuk memberikan suara kepada partai-partai Arab. Tuduhan tersebut muncul setelah ketua Komite Pemilihan Umum Pusat (CEC) meminta Shin Bet menyelidiki dugaan campur tangan asing yang disebut memiliki kecurigaan serius.
Kedua partai Arab dengan tegas menolak tuduhan tersebut. Aliansi Joint List menyatakan klaim itu tidak berdasar.