Patriarch Kirill, pemimpin Gereja Ortodoks Rusia. (Foto: AFP/Getty Images)
Nathania Riris Michico

MOSKOW, iNews.id - Ketergantungan masyarsakat pada telepon seluler dan teknologi modern merupakan awal dari munculnya Antikristus. Hal itu diutarakan pemimpin Gereja Ortodoks Rusia Patriarch Kirill.

Berbicara kepada stasiun televisi pemerintah Rusia, Patriarch Kirill mengatakan pengguna ponsel harus waspada saat memakai dunia jejaring sosial, karena hal itu mencerminkan peluang unrtuk meraih kendali global atas umat manusia.

"Antikristus adalah manusia yang akan menjadi kepala jejaring dunia, mengendalikan semua umat manusia," cetusnya, kepada Rossiya 1, seperti dikutip BBC, Rabu (9/1/2019).

"Setiap kali Anda menggunakan peranti elektronik, suka atau tidak suka, apakah Anda menyalakan lokasi atau tidak, seseorang dapat mencari tahu secara persis di mana Anda berapa, minat-minat Anda, dan apa yang Anda takutkan," kata Patriarch Kirill.

"Jika tidak hari ini, maka metode dan teknologi masa depan akan muncul, yang tidak hanya bakal menyediakan akses kepada semua informasi, tapi juga membolehkan penggunaan informasi ini."

"Dapatkah Anda membayangkan kekuasaan akan terpusat pada tangan mereka yang memperoleh pengetahuan apa yang terjadi di dunia? Kendali sedemikian besar dari satu tempat merupakan awal dari kedatangan Antikristus," paparnya.

Patriarch Kirill menegaskan Gereja tidak menentang kemajuan teknologi, namun perkembangan sebuah sistem bertujuan mengendalikan identitas seseorang.

Pemaparan tersebut justru ditanggapi dengan sikap skeptis oleh pengguna media sosial.
Bahkan, tak sedikit yang mengolok-olok Patriarch Kirill seraya menuding Gereja Ortodoks Rusia "melayani rezim".

"Pihak gereja tidak menentang sains dan kemajuan teknologi, tapi khawatir terhadap kebebasan individu. Oke deh," ujar salah seorang pengguna Twitter.

"Senyum, Antikristus akan terbang," cuit seorang pengguna lainnya, sambil mencantumkan foto seorang perempuan yang sedang berswafoto dengan Patriarch Kirill dan sejumlah petinggi gereja.

Patriarch Kirill dikenal dekat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang kerap turut serta dalam berbagai perayaan gereja. Putin bahkan berziarah ke Gunung Athos dan beragam lokasi terkenal Ortodoks.

Banyak pendeta Kristen Ortodoks Rusia juga akrab dengan agenda nasionalis Putin.

Kedekatan ini memunculkan tudingan bahwa Patriarch Kirill memberikan sokongan terhadap kebijakan pemerintah.

Apalagi kebebasan internet semakin dikekang di Rusia dan aparat Rusia dilaporkan berupaya menciptakan jejaring internet secara mandiri.

"Mereka melarang internet internasional di Rusia supaya Antikristus tidak muncul," celetuk seorang pengguna media sosial.


Editor : Nathania Riris Michico

BERITA TERKAIT