Penelitian: Amerika Negara Paling Banyak Menembak dan Menewaskan Warga Kulit Hitam

Arif Budiwinarto
Polisi Huru-Hara mengejar demonstran antirasial di Minneapolis (foto: AFP)

Jumlah tersebut jauh lebih banyak daripada yang terjadi di Australia dengan perkiraan lima orang tewas per 100 ribu penangkapan. Sedangkan di Inggris jumlahnya dua orang tewas per 100 ribu penahanan.

Data lainnya memperlihatkan AS masih jadi negara dengan kasus kematian akibat penembakan polisi tertinggi. Sebagai informasi, pada 2018 diperkirakan ada seribu orang tewas akibat ditembak polisi.

Angka tersebut sangat jauh diatas Jerman yang mencatat angka kematian akibat peluru panas polisi sebanyak 11 orang sepanjang 2018, Inggris tiga orang serta New Zealand terendah dengan satu orang tewas.

Amerika Serikat juga mencatat kasus kekerasan berdasarkan warna kulit terkait hukum terbanyak. Berdasarkan publikasi penelitian American Journal Health, orang berkulit hitam mendapat kekerasan tiga kali lebih banyak daripada kulit putih.

Dari 100 ribu kasus hukum yang ditangani polisi sebagai sampel, ada 273 warga kulit hitam yang jadi korban kekerasan baik berujung cacat fisik maupun meninggal dunia. Sedangkan hanya 76 orang berkulit putih yang mendapat perlakuan keras aparat.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
6 jam lalu

Gencatan Senjata AS-Iran Berlaku sampai 26 April?

Internasional
7 jam lalu

Menteri Angkatan Laut AS John C Phelan Dipecat, Ada Apa?

Internasional
8 jam lalu

Lupakan Perang Ukraina, AS Undang Putin ke KTT G20 di Miami

Internasional
12 jam lalu

Selat Hormuz Penuh Ranjau, Harga Minyak Bakal Naik sampai Akhir Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal