Penelitian: Orang Berbicara Bahasa Inggris Lebih Mudah Sebarkan Covid-19

Arif Budiwinarto
Penularan Covid-19 bukan cuma melalui udara (airborne) tetapi juga lewat droplet (tetesan air liur). (foto: ist)

WASHINGTON, iNews.id - Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 30 juta orang di seluruh dunia sejak pertama kali muncul pada Desember 2019. Sebuah penelitian mengungkap penyebaran Covid-19 terbanyak oleh mereka yang berbicara dengan Bahasa Inggris.

Di awal kemunculannya, Covid-19 disebut menular dari hewan ke manusia atau manusia ke manusia lewat udara (airborne). Namun, WHO kemudian mengeluarkan rekomendasi yang menyatakan Covid-19 juga menular melalui percikan air liur (droplet).

Atas rekomendasi inilah kemudian muncul imbauan tidak mengobrol dalam jarak dekat apalagi tidak mengenakan masker.

Baru-baru ini sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Elsevier Public Health Emergency Collection mengungkap bahwa mereka yang menggunakan penutur Bahasa Inggris berpotensi lebih besar menyebarkan Covid-19 melalui droplet. Apa alasannya?

Semuanya bersumber pada sesuatu yang disebut konsonan aspirasi yakni suara yang keluar sekaligus membuat orang menyemprotkan lebih banyak tetesan air liur ke udara, demikian yang dilansir dari Forbes, Jumat (18/9/2020).

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
18 jam lalu

Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong

Internasional
4 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Nasional
5 hari lalu

Purbaya Sidak Perusahaan Baja China: Saya Buktikan Kita Tidak Bisa Disogok!

Internasional
7 hari lalu

Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal