Pengadilan Filipina Perintahkan Pengembalian Harta Sitaan Diktator Marcos Senilai Rp53 T

Anton Suhartono
Imelda Marcos berfoto bersana para staf komisi pemilihan umum Filipina (Foto: AFP)

MANILA, iNews.id - Pengadilan Filipina, Senin (16/12/2019), membatalkan kasus korupsi melibatkan keluarga mendiang diktator Ferdinand Marcos. Kasus ini pertama kali diusut 32 tahun lalu.

Hakim menyatakan, tak cukup alat bukti dalam kasus ini sehingga otoritas harus mengembalikan harta keluarga Marcos senilai 3,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp53,8 triliun.

Ini merupakan putusan hakim keempat sejak Agustus 2019 yang memenangkan keluarga Marcos.

Menurut hakim, dokumen yang difotokopi tidak dapat digunakan sebagai alat bukti, sehingga kasus itu tidak akan dilanjutkan.

Dengan demikian, upaya selama 3 dekade terakhir untuk merebut uang negara dalam kasus ini gagal. Sebuah panel dibentuk untuk mengembalikan harta senilai 10 miliar dolar AS yang diduga ditilep Marcos dan keluarganya sehingga mereka bisa menikmati hidup mewah selama 20 tahun berkuasa.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
12 jam lalu

Heboh, Puluhan Sekolah di Filipina Pulangkan Seluruh Siswa gegara Ancaman Penembakan

1 hari lalu

Korupsi Sasar Perguruan Tinggi, KPK: Ancaman Serius Masa Depan Indonesia

3 hari lalu

Penyidikan Dugaan Korupsi PT Toba Pulp Lestari Berlanjut, Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Dua Hari

4 hari lalu

Kejagung Tegaskan Penetapan Tersangka TPPU Febrie Adriansyah Tak Harus Tunggu Korupsi Terbukti

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal