Pengakuan Mengejutkan Polisi Myanmar: Saya Diperintah Tembak Demonstran sampai Mati

Anton Suhartono
Polisi Myanmar yang membelot dari pemerintahan junta dan kabur ke India mengaku diperintah untuk menembak mati demonstran (Foto: Reuters)

Menurut aturan kepolisian, kata dia, demonstran harus dihentikan dengan peluru karet atau ditembak di bawah lutut.  Namun saat itu Tha Peng dan rekan-rekannya diperintah oleh atasan untuk menembak demonstran sampai mati.

Tha Peng tidak sendiri, ada enam rekannya yang juga menentang perintah atasan pada 27 Februari.

Polisi lainnya, Ngun Hlei, mengaku ditempatkan di Kota Mandalay. Dia juga mendapat perintah untuk menembaki demonstran.

Tha Peng dan Ngun Hlei yakin polisi bertindak atas perintah militer Myanmar, dikenal sebagai Tatmadaw.

"Militer menekan pasukan keamanan yang sebagian besar merupakan polisi untuk menghadapi rakyat," kata mereka.

Ngun Hlei mengatakan dia ditegur karena tidak mematuhi perintah lalu dibebatugaskan. Dia lalu meminta bantuan aktivis pro-demokrasi dan diarahkan ke Desa Vaphai hingga menyeberang ke Mizoram pada 6 Maret.

Sebuah dokumen yang ditulis petugas kepolisian Mizoram membeberkan secara rinci biografi para polisi Myanmar disertai penjelasan mengapa mereka melarikan diri. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Soccer
1 hari lalu

Piala Dunia 2026 Tak Tayang di 1 Negara Besar, FIFA Panik Kehilangan 1 Miliar Penonton

Internasional
3 hari lalu

AS Hentikan Relaksasi Sanksi Minyak Rusia, Harga Energi Terancam Naik

Nasional
4 hari lalu

Prabowo Puji Polri: Kalian Sering Dicaci Maki, tapi Tak Pantang Menyerah

Megapolitan
5 hari lalu

Polisi Buru Penjambret Ponsel WNA di Bundaran HI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal