Pengakuan Mengejutkan Polisi Myanmar: Saya Diperintah Tembak Demonstran sampai Mati

Anton Suhartono
Polisi Myanmar yang membelot dari pemerintahan junta dan kabur ke India mengaku diperintah untuk menembak mati demonstran (Foto: Reuters)

Tha Peng dan Ngun Hlei yakin polisi bertindak atas perintah militer Myanmar, dikenal sebagai Tatmadaw.

"Militer menekan pasukan keamanan yang sebagian besar merupakan polisi untuk menghadapi rakyat," kata mereka.

Ngun Hlei mengatakan dia ditegur karena tidak mematuhi perintah lalu dibebatugaskan. Dia lalu meminta bantuan aktivis pro-demokrasi dan diarahkan ke Desa Vaphai hingga menyeberang ke Mizoram pada 6 Maret.

Sebuah dokumen yang ditulis petugas kepolisian Mizoram membeberkan secara rinci biografi para polisi Myanmar disertai penjelasan mengapa mereka melarikan diri. 

"Karena gerakan pembangkangan sipil mendapat momentum dan demonstrasi yang digelar di berbagai tempat, kami diperintah menembak para pengunjuk rasa," demikian isi dokumen.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Prabowo Pastikan Uang Negara Tersedia untuk Naikkan Gaji Guru hingga Hakim

2 hari lalu

Polisi Ungkap Peran 2 Pegawai Rutan Depok yang Diduga Terlibat Pesta Narkoba

3 hari lalu

3.983 Personel Gabungan Kawal 47 Aksi Demo di Jakarta Hari Ini

5 hari lalu

Baru Dilantik, Kapolri Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri: 19 Kapolda Berganti

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal