Pengakuan Pengungsi Muslim Rohingya: Lebih Baik Mati Tenggelam di Laut

Anton Suhartono
Pengungsi Rohingya diselamatkan setelah berminggu-minggu terombang-ambing di lautan (Foto: AFP)

COX’S BAZAR, iNews.id - Semakin banyak pengungsi muslim Rohingya yang meninggalkan kamp-kamp pengungsian di Bangladesh untuk mencari kehidupan lebih baik di Asia Tenggara.

Salah satu pengungsi tersebut adalah Shahab Uddin yang berjuang ke Malaysia pada Februari lalu dengan mengarungi lautan menggunakan kapal kayu.

Ganasnya kondisi perjalanan hampir membunuhnya serta ratusan pengungsi lain.

Pria berusia 20 tahun itu termasuk di antara hampir 400 orang yang diselamatkan dari perairan dalam kondisi kelaparan dan trauma setelah kapal mereka gagal mencapai Malaysia.

Shahab menghabiskan waktu beberapa pekan sebelum kembali ke Bangladesh pada pertengahan April.

PBB meminta pemerintahan untuk membiarkan kapal-kapal pengungsi Rohingya mendarat. Namun sentimen anti-pengungsi melonjak di Malaysia ditambah kebijakan penutupan perbatasan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
4 jam lalu

Perang Timur Tengah, Negara Ini Liburkan Kampus dan Sekolah hingga Batasi Pembelian BBM

Internasional
21 jam lalu

PM Malaysia: Perang Timur Tengah Bisa Picu Krisis Dahsyat, Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Megapolitan
23 jam lalu

Update Banjir Jakarta: 16 RT Masih Tergenang, Ratusan Warga Mengungsi

Internasional
2 hari lalu

Perang Timur Tengah, Malaysia Pertahankan Harga BBM Subsidi Rp8.500 Selama 2 Bulan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal