Pengakuan Pengungsi Muslim Rohingya: Lebih Baik Mati Tenggelam di Laut

Anton Suhartono
Pengungsi Rohingya diselamatkan setelah berminggu-minggu terombang-ambing di lautan (Foto: AFP)

Di perjalanan pulang menyeberang Telk Benggala, kata Shahab, kapal diterjang badai.

"Kami menghadapi badai tiga kali," ujarnya.

Pengungsi lain, Hassan, mengatakan, beberapa penumpang yang putus asa mulai minum air laut. Mereka tampaknya berhalusinasi karena mengatakan air laut menjadi manis. Tidak sedikit yang kemudian melompat ke laut dan tak pernah kembali.

"Banyak yang melompat ke air, semua orang mengatakan jauh lebih baik mati di laut dibandingkan di kapal,” kata Hassan.

Sementara itu para penumpang yang kondisinya lebih baik hanya bisa berpegangan sambil menangis dan berdoa.

Saat kapal tiba di Myanmar, ada harapan setidaknya mereka bisa mendapatkan makanan. Namun otoritas Myanmar tak membolehkan mereka berlabuh.

"Semakin banyak yang sekarat dan akan dibuang ke laut. Saya mulai bertanya-tanya kapan giliran saya mati,” tuturnya.

Para pengungsi akhirnya memaksa kapten untuk membawa mereka kembali ke Bangladesh. Dalam satu malam, mereka mendarat dan siap memulai kehidupan seperti sedia kala.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
37 menit lalu

Perang Timur Tengah, Negara Ini Liburkan Kampus dan Sekolah hingga Batasi Pembelian BBM

Internasional
18 jam lalu

PM Malaysia: Perang Timur Tengah Bisa Picu Krisis Dahsyat, Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Megapolitan
19 jam lalu

Update Banjir Jakarta: 16 RT Masih Tergenang, Ratusan Warga Mengungsi

Internasional
2 hari lalu

Perang Timur Tengah, Malaysia Pertahankan Harga BBM Subsidi Rp8.500 Selama 2 Bulan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal