Pengakuan Pengungsi Muslim Rohingya: Lebih Baik Mati Tenggelam di Laut

Anton Suhartono
Pengungsi Rohingya diselamatkan setelah berminggu-minggu terombang-ambing di lautan (Foto: AFP)

Pemerintah Bangladesh juga membatasi akses internet dan ponsel serta memasang kawat berduri di sekitar kamp dengan alasan keamanan. Kamp pengungsi pun sudah seperti penjara.

"Saya kira pergi ke Malaysia dengan cara apa pun setidaknya akan menyelamatkan saya. Banyak yang berhasil ke Malaysia dan kehidupannya lebih baik,” tuturnya.

Penderitaan sudah dirasaka begitu mereka berangkat.

"Kami hampir tidak bisa makan apa pun. Anak-anak kecil menangis minta air,” tuturnya.

Setelah sepekan kapal tiba di lepas pantai Malaysia. Di sana mereka hanya terapung di laut menunggu selama beberapa hari untuk mendapat kepastian bisa merapat.

Kenyataan pahit pun diterima, seseorang mengatakan mereka tak diterima masuk Malaysia dan harus kembali ke Bangladesh.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
8 jam lalu

PM Malaysia: Perang Timur Tengah Bisa Picu Krisis Dahsyat, Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Megapolitan
9 jam lalu

Update Banjir Jakarta: 16 RT Masih Tergenang, Ratusan Warga Mengungsi

Internasional
1 hari lalu

Perang Timur Tengah, Malaysia Pertahankan Harga BBM Subsidi Rp8.500 Selama 2 Bulan

Nasional
9 hari lalu

Bareskrim-Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Pasir Timah ke Malaysia, 1 Kapal Disita

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal