Penyebab Lion Air Jatuh, Pakar: Pilot Sulit Kendalikan Hidung Pesawat

Nathania Riris Michico
Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memeriksa turbin pesawat Lion Air JT610 yang jatuh pada akhir Oktober 2018. (Foto: Reuters: Beawiharta)

Pakar komunikasi penerbangan dan mantan insinyur Boeing, Peter Lemme, menulis analisis mengenai data tersebut dalam blognya.

Associated Press belum bisa memverifikasi kebenaran laporan yang diposting online tersebut.

Pesawat MAX, versi terbaru Boeing 737 yang populer, memiliki sistem keamanan otomatis yang mendorong hidung pesawat ke bawah jika sensor mendeteksi hidung pesawat itu sangat tinggi sehingga bisa mogok secara aerodinamis.

Lemme menggambarkan adanya situasi mematikan sebelum terjadi kecelakaan. Pesawat itu otomatis mengarah ke bawah, lalu pilotnya mengatasinya dengan mengarahkan hidung pesawat secara manual.

Kemudian, hanya dalam tempo lima detik, hidung pesawat itu kembali mengarah ke bawah. Menurut Lemme, situasi itu terjadi sebanyak 26 kali.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
3 bulan lalu

Boeing Dihukum Bayar Rp599 Miliar ke Keluarga Korban Kecelakaan 737 MAX

Nasional
3 bulan lalu

KNKT Selidiki KA Purwojaya Anjlok di Bekasi, Apa Penyebabnya?

Nasional
4 bulan lalu

KPK Gelar Audiensi dengan Garuda Indonesia, Ingatkan Risiko Korupsi Pengadaan Pesawat Baru

Megapolitan
4 bulan lalu

Transjakarta Gandeng KNKT Audit dan Evaluasi Layanan usai 3 Bus Kecelakaan dalam Sebulan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal