Perang Sudan Paksa 450.000 Anak Tinggalkan Rumah

Antara
Konflik militer di Sudan menyebabkan ratusan ribu anak terpaksa meninggalkan rumah mereka. (Foto: Reuters)

Sejak 15 April lalu, lebih dari 550 korban tewas dan ribuan lainnya luka-luka dalam konflik militer Sudan. Pertempuran itu melibatkan dua jenderal yang bersaing, yaitu panglima militer Abdel Fattah al-Burhan dan komandan RSF Mohammed Hamdan "Hemedti" Dagalo.

Konflik itu dipicu ketidaksepakatan yang muncul dalam beberapa bulan terakhir di antara kedua pihak tentang integrasi RSF ke angkatan bersenjata. Masalah integrasi itu menjadi syarat utama dari perjanjian transisi Sudan dengan kelompok-kelompok politik.

Sudan tidak memiliki pemerintahan yang berfungsi sejak musim gugur 2021. Ketika itu, militer membubarkan pemerintahan transisi Perdana Menteri Abdalla Hamdok dan mengumumkan keadaan darurat dalam sebuah langkah yang dikecam oleh kekuatan politik sebagai kudeta.

Masa transisi, yang dimulai pada Agustus 2019 setelah penggulingan Presiden Omar al-Bashir, semestinya dijadwalkan berakhir dengan pemilu pada awal 2024.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

PBB: Israel Hancurkan RS Anak di Gaza, Bikin Bayi Cacat Seumur Hidup

57 tahun lalu

PBB: Israel Sengaja Bunuh Anak-Anak Gaza

57 tahun lalu

PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban

57 tahun lalu

TNI: Prajurit Hadir di Ranah Sipil Jangan Buru-buru Dianggap Militerisme

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal