Binance menyatakan telah mengganti aset yang dicuri menggunakan berbagai sumber dana, termasuk kas perusahaan. Seluruh kepemilikan Bitcoin, Ethereum, dan Tether pengguna dijamin, bersama tujuh aset kripto lain yang banyak diperdagangkan.
Pada Jumat, perusahaan juga mengumumkan telah membekukan sekitar 3 miliar dolar AS aset hasil peretasan setelah bekerja sama dengan aparat penegak hukum, perusahaan intelijen, dan sejumlah mitra.
Wakil CEO Binance Richard Teng mengatakan, serangan tersebut dilakukan oleh lebih dari satu orang. Para peretas juga menggunakan metode canggih untuk menyembunyikan jejak, termasuk mekanisme penghancuran otomatis atau self-destruct mechanism.
Investigasi masih berlangsung. Dinas Rahasia Amerika Serikat menyatakan bekerja intensif bersama mitra sektor swasta untuk mengidentifikasi, membekukan, melacak, dan memulihkan dana yang dicuri.
Peretasan ini diperkirakan menjadi yang terbesar dalam sejarah industri kripto. Nilai kerugiannya melampaui pencurian aset senilai 1,5 miliar dolar AS dari bursa Bybit pada 2025, yang juga oleh FBI dikaitkan dengan Korea Utara.