Peringatan 11 September, Joe Biden Serukan Persatuan Singgung Kekerasan terhadap Muslim

Anton Suhartono
Joe Biden menyerukan persatuan nasional terkait peringatan serangan 11 September (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika SerikatJoe Biden menyerukan persatuan nasional terkait peringatan 20 tahun serangan 11 September pada akhir pekan ini. Serangan teror di beberapa lokasi AS, di antarnya New York dan Virginia, menewaskan hampir 3.000 orang.

Dalam rekaman video Biden di Gedung Putih, Biden menyampaikan penghormatan kepada mereka yang tewas dan ribuan orang yang menderita luka dalam serangan tersebut. Tak lupa penghormatan diberikan kepada petugas pemadam kebakaran, paramedis, serta pihak lain yang mempertaruhkan nyawa dalam menangani serangan tersebut.

Biden juga menyinggung dampak atau perlakuan terhadap umat Islam AS pasca-serangan 11 September tidak membuat persatuan bangsa terpecah belah.

"Bagi saya, itulah pelajaran utama dari 11 September, pada saat kita paling rentan, mengalami dorongan dan tarikan yang menjadikan kita manusia, serta peperangan terhadap ruh Amerika, persatuan adalah kekuatan terbesar kita," katanya, dikurip dari Reuters, Sabtu (11/9/2021).

Persatuan, lanjut dia, bukan berarti semua warga AS harus memiliki satu keyakinan. Namun semua harus menanamkan rasa saling menghormati atas kepercayaan yang dianut orang lain.

Biden dan Ibu Negara Jill Biden dijadwalkan mengunjungi tiga lokasi serangan 11 September pada Sabtu waktu AS, yakni di Kota New York, tempat menara kembar World Trade Center; Kantor Departemen Pertahanan atau Pentagon di Arlington, Virgnia; serta Shanksville, Pennsylvania, tempat di mana para pelaku teror memaksa penunmpang turun karena pesawat diyakini akan digunakan menyerang Gedung Capitol dan Gedung Putih di Washington DC. Serangan terakhir yakni pesawat keempat berhasil digagalkan.

Kejahatan terhadap muslim serta warga AS keturunan Arab melonjak setelah serangan 11 September 2001, namun mereda dalam beberapa tahun terakhir. Sata FBI mengungkap, kasus serangan terhadap muslim dan warga AS keturunan Arab belum kembali normal seperti sejak sebelum 11 September 2001.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
11 jam lalu

Balas Trump, Giliran Iran Klaim California Wilayah Negaranya

12 jam lalu

Trump Semprot Presiden Korsel Lee karena Tak Mau Bantu AS Perang Lawan Iran

13 jam lalu

Iran Ancam Negara-Negara Arab yang Bantu AS Serang Negaranya

17 jam lalu

Trump: Iran Sebaiknya Menyerah, Kibarkan Bendera Putih!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal