Peringatan Jenderal Iran kepada AS: Jangan Gegabah, Pembalasan Kami Lebih Menyakitkan!

Anton Suhartono
omandan Korps Garda Revolusi Islam Iran Mayjen Mohammad Pakpour menegaskan siap membelas jika negaranya diserang oleh militer AS dan Israel (Foto: AP)

Pernyataan keras dari Teheran muncul setelah Trump mengonfirmasi bahwa armada tempur AS tengah bergerak menuju Timur Tengah. Langkah tersebut memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan operasi militer terhadap Iran, menyusul ketegangan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan menyerang Iran dengan alasan kerusuhan besar yang melanda negara tersebut sejak akhir Desember 2025. Demonstrasi yang dipicu gejolak ekonomi itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 5.000 orang, meski otoritas Iran menyatakan situasi kini telah terkendali.

Pejabat Iran menuding AS dan Israel berada di balik kerusuhan tersebut dan menyebut para pelaku sebagai kelompok teroris. 

Sementara itu, Trump sempat melunakkan retorikanya dengan memuji langkah otoritas Iran yang disebut menghentikan pembunuhan terhadap demonstran serta membatalkan hukuman mati.

Namun, sikap Trump kembali berubah. Pada Jumat lalu, dia mengatakan masih terus memantau situasi Iran secara cermat sembari mengumumkan pengerahan armada tempur sebagai langkah antisipasi.

“Kami memiliki armada besar menuju ke sana… mungkin kami tidak perlu menggunakannya. Ada banyak kapal yang menuju ke sana, untuk berjaga-jaga,” kata Trump.

Meski Departemen Pertahanan AS (Pentagon) belum mengeluarkan pernyataan resmi, sejumlah laporan media menyebutkan bahwa kelompok kapal induk yang dipimpin USS Abraham Lincoln sedang berlayar menuju Timur Tengah melalui Laut China Selatan. Situasi ini kian menegaskan eskalasi ketegangan, dengan Iran menegaskan bahwa setiap serangan akan dibalas dengan kekuatan penuh.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 jam lalu

Iran Tuduh AS dan Israel di Balik Eksodus 60.000 Imigran Maroko ke Spanyol

7 jam lalu

Israel Bombardir Gaza Acuhkan Trump, Warga Palestina Sebut Perdamaian Hanya Ilusi

7 jam lalu

Terungkap! Iran Siapkan Serangan ke Ukraina untuk Balas Dendam, tapi Dibatalkan

11 jam lalu

Iran Bantah Trump: Tak Ada Negosiasi dengan AS!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal