TEHERAN, iNews.id - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengerahan armada tempur ke kawasan Timur Tengah.
Menanggapi langkah tersebut, jenderal senior Iran melontarkan peringatan keras agar Washington tidak bertindak gegabah karena pembalasan Teheran dipastikan akan menyakitkan.
Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayor Jenderal Mohammad Pakpour menegaskan, Iran siap merespons secara langsung apabila negaranya diserang oleh militer AS maupun Israel. Dia menekankan, pasukan Iran kini berada dalam kondisi siaga penuh.
“Jari pasukan kami sudah berada di pelatuk. Jika ada agresi, perlawanan sengit akan dilakukan dan dampaknya akan sangat besar bagi para musuh,” ujar Pakpour, dikutip dari RT, Senin (26/1/2026).
Menurut dia, AS dan Israel harus mempertimbangkan dengan matang setiap langkah militer yang diambil. Pakpour mengingatkan, tindakan gegabah hanya akan berujung pada “takdir yang menyakitkan dan disesalkan” bagi pihak yang memulai serangan.
Pernyataan keras dari Teheran muncul setelah Trump mengonfirmasi bahwa armada tempur AS tengah bergerak menuju Timur Tengah. Langkah tersebut memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan operasi militer terhadap Iran, menyusul ketegangan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan menyerang Iran dengan alasan kerusuhan besar yang melanda negara tersebut sejak akhir Desember 2025. Demonstrasi yang dipicu gejolak ekonomi itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 5.000 orang, meski otoritas Iran menyatakan situasi kini telah terkendali.
Pejabat Iran menuding AS dan Israel berada di balik kerusuhan tersebut dan menyebut para pelaku sebagai kelompok teroris.