Perusahaan Teknologi AS Bisa Deteksi Pergerakan Presiden Putin?

Anton Suhartono
Perusahaan teknologi AS disebut berupaya melacak keberadaan Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS), PlanetRisk, disebut berupaya melacak keberadaan Presiden Rusia Vladimir Putin. PlanetRisk diklaim memiliki hubungan dekat dengan badan intelijen CIA serta Departemen Pertahanan (Pentagon).

Wired, mengutip buku terbaru Byron Tau, mantan jurnalis The Wall Street Journal (WSJ), melaporkan PlanetRisk menggunakan alat yang dibuat untuk melacak pergerakan orang-orang dekat Putin.

Alat yang awalnya diberi nama Locomotive sebelum diganti menjadi VISR (Virtual Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) itu bekerja dengan memanfaatkan data geolokasi yang digunakan oleh pengiklan digital. Alat itu bisa mendeteksi orang-orang yang dekat dengan Putin.

Dalam buku 'Means of Control: How the Hidden Alliance of Tech and Government is Creating a New American Surveillance State', Tau mengungkap, seorang peneliti Mike Yeagley pertama kali menyadari potensi menfaat dari sejumlah besar data yang dikumpulkan oleh aplikasi tertentu pada pertengahan tahun 2010-an.

Perusahaan-perusahaan teknologi rutin mengumpulkan data itu kemudian menjualnya kepada pengiklan yang bersedia membayar, menjadikannya lahan yang sangat menjanjikan.

Yeagley, spesialis pengumpul data unik untuk dijual ke organisasi pemerintah, pertama kali bereksperimen melalui pembatasan wilayah untuk melacak pegawai organisasi pemerintah AS. Metode itu dilaporkan terbukti berhasil dalam mengumpulkan data pribadi staf yang menggunakan aplikasi tertentu, seperti kencan, cuaca, serta game, yang mengharuskan pengguna mengaktifkan lokasinya.

Pada 2015, Yeagley direkrut oleh PlaceIQ, perusahaan yang menerima modal dari ventura CIA, In-Q-Tel. Dia kemudian pindah ke perusahaan startup lain, PlanetRisk.

“CIA tertarik pada perangkat lunak yang dapat menganalisis dan memahami pergerakan geografis manusia dan benda,” demikian isi buku.

Menurut Tau, selama uji coba, Lokomotive digunakan untuk mendeteksi pergerakan warga di Suriah yang dilanda perang saudara hampir secara real time. Itu termasuk beberapa operasi pasukan khusus AS yang diam-diam dikerahkan ke negara tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Menlu Araghchi: Ada Pihak yang Ingin AS Serang Iran

Internasional
16 jam lalu

Nah, Amerika Sebut Denmark Langgar Protokol PBB karena Duduki Greenland

Internasional
5 jam lalu

Trump Mainkan 2 Kartu Hadapi Iran, Buka Negosiasi tapi Opsi Serangan Tetap Berlaku

Internasional
18 jam lalu

Trump Klaim Iran Ajak Negosiasi setelah Diancam Serangan Militer

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal