PM Malaysia Nilai Masalah Palestina Tak Kunjung Selesai gara-gara Hak Veto di PBB

Antara
Sidang Dewan Keamanan PBB (ilustrasi). (Foto: Reuters)

Terdapat lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan sekaligus memiliki hak veto, yaitu China, Perancis, Rusia, Inggris dan Amerika Serikat (AS).

Permintaan agar Sekjen PBB menghilangkan hak veto sebelumnya juga dia sampaikan dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-77 di New York. Menurut dia, masalah besar yang terjadi adalah Dewan Keamanan yang mempraktikkan hak veto, dan sering disalahgunakan oleh kepentingan kekuatan dunia yang memilikinya.

“Itu tidak demokratis dan melanggar prinsip-prinsip dasar demokrasi,” ujar dia.

Hal itu, menurut Sabri, menyebabkan konflik yang terjadi tidak dapat diselesaikan oleh perwakilan tetap Dewan Keamanan PBB.

Sejalan dengan prinsip satu negara satu suara, dia mengatakan kini saatnya menghapuskan hak veto. Sebagai organisasi yang membawa semangat dan simbol demokrasi ke dunia, PBB perlu kembali ke pondasinya.

Dalam pertemuan bilateral dengan Sekjen PBB itu, Ismail Sabri juga menyatakan komitmen dukungan Malaysia yang berkelanjutan kepada PBB, termasuk upaya dari Sekretaris Jenderal untuk menjadikan organisasi dunia itu sebagai organisasi internasional yang lebih efektif dan relevan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
8 jam lalu

Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan, Malaysia Bantu Modifikasi Cuaca di Langit Indonesia

24 jam lalu

BMKG Ungkap Penyebab Asap Karhutla Kalimantan Bisa Terbawa sampai Malaysia-Singapura

1 hari lalu

Dapat Kiriman Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kasus Asma dan ISPA di Malaysia Melonjak

2 hari lalu

Asap Karhutla Ganggu Malaysia-Singapura, BNPB Minta Jangan Saling Menyalahkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal