PM Malaysia Nilai Masalah Palestina Tak Kunjung Selesai gara-gara Hak Veto di PBB

Antara
Sidang Dewan Keamanan PBB (ilustrasi). (Foto: Reuters)

KUALA LUMPUR, iNews.id – Perdana Menteri MalaysiaIsmail Sabri Yaakob bertemu dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres. Dia pun kembali meminta pimpinan organisasi dunia itu menghilangkan hak veto di PBB.

“Saya angkat kekecewaan Malaysia atas isu Palestina dan Myanmar, khususnya Rohingya, yang sudah berlangsung lama dan sepertinya belum ada solusi,” ungkap Ismail Sabri melalui akun Twitter resminya yang diakses dari Kuala Lumpur, Senin (26/9/2022).

Menurut dia, kegagalan penyelesaian isu-isu konflik tersebut karena adanya hak veto dari negara yang berkekuatan besar.

Karenanya, dia berkeras bahwa hak veto harus dihilangkan, dan PBB harus tegas pada isu-isu luar biasa seperti masalah Palestina dan Myanmar. “Saya menyampaikan harapan saya agar PBB dapat menjadi badan rujukan bagi semua negara di dunia yang menghadapi masalah dan pembawa damai di setiap konflik,” ujar dia.

Hak veto adalah hak istimewa yang dimiliki anggota tetap Dewan Keamanan PBB untuk membatalkan keputusan, ketetapan, rancangan peraturan dan undang-undang, atau resolusi organisasi dunia tersebut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
20 jam lalu

KTT BRICS 2026, Prabowo: PBB Harus Lebih Responsif dan Beri Hasil Konkret bagi Masyarakat Dunia

2 hari lalu

Iran Terancam Sanksi Internasional, Rusia dan China: Tak Ada Dasar Hukumnya

2 hari lalu

Rusia-China Kalah Voting di DK PBB, Agenda Sanksi Iran Tetap Berlanjut

3 hari lalu

Debat di DK PBB! China-Rusia Bela Iran, Tolak Pemberlakuan Kembali Sanksi Internasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal