Polisi Myanmar Semakin Brutal, Kepala Demonstran Perempuan Tertembak Peluru

Anton Suhartono
Polisi Myanmar bentrok dengan demonstran penentang kudeta di Naypyitaw (Foto: Reuters)

Aparat terus menekan kelompok partai berkuasa, Liga Nasional untuk Demokrasi, serta para aktivis yang dicurigai menggerakkan massa untuk menentang kudeta militer. 

Pada Selasa malam, polisi menggerebek kantor partai berkuasa Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) di Yangon.

Unjuk rasa yang berlangsung pada Selasa merupakan yang terbesar di Myanmar selama lebih dari 10 tahun, menghidupkan kembali ingatan hampir setengah abad pemerintahan junta militer dan gelombang pemberontakan berdarah hingga militer memulai proses penarikan diri dari politik sipil pada 2011.

Terkait kekerasan terbaru ini, PBB medesak pasukan keamanan Myanmar menghormati hak rakyat yang melakukan unjuk rasa damai.

"Penggunaan kekuatan yang tidak proporsional terhadap para demonstran tidak bisa diterima," kata perwakilan PBB di Myanmar, Ola Almgren.

Sementara itu Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menghentikan bantuan untuk Myanmar sambil menyelidiki siapa-siapa saja yang bertanggung jawab atas kudeta akan menghadapi konsekuensi pahit.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 hari lalu

Serangan Udara Hantam Biara di Myanmar, 14 Lansia sedang Meditasi Tewas

6 hari lalu

Teken Kerja Sama, Rusia Akan Kirim Kosmonaut Myanmar ke Luar Angkasa

1 bulan lalu

2 WNI Disandera di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

1 bulan lalu

Viral 2 WNI Diduga Disekap hingga Diperas Rp220 Juta di Myanmar, Polri Turun Tangan

1 bulan lalu

500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal