Terkait kekerasan terbaru ini, PBB medesak pasukan keamanan Myanmar menghormati hak rakyat yang melakukan unjuk rasa damai.
"Penggunaan kekuatan yang tidak proporsional terhadap para demonstran tidak bisa diterima," kata perwakilan PBB di Myanmar, Ola Almgren.
Sementara itu Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menghentikan bantuan untuk Myanmar sambil menyelidiki siapa-siapa saja yang bertanggung jawab atas kudeta akan menghadapi konsekuensi pahit.