Politisi Muslimah AS Ilhan Omar: Trump Ketakutan Jelang Pemilu AS

Anton Suhartono
Ilhan Omar menyebut Presiden Donald Trump dan Partai Republik ketakutan menghadapi pemilu paruh waktu pada 3 November (Foto: AP)

Selain berupaya membantu Demokrat merebut mayoritas kursi di kedua kamar Kongres, Omar ingin memastikan pemerintahan Trump dimintai pertanggungjawaban atas kebijakan dan tindakannya.

Ancaman terhadap Omar menguat setelah Trump pada Selasa lalu mengisyaratkan bahwa politikus keturunan Somalia tersebut dapat menghadapi hukuman penjara, bukan sekadar deportasi, terkait penyelidikan federal atas proses keimigrasiannya.

Penyelidikan itu berkaitan dengan dugaan pernyataan palsu dalam dokumen pemerintah dan kemungkinan konspirasi. Agen federal bahkan telah menggeledah kediaman Omar dan menyita sejumlah barang, termasuk laptop, ponsel, buku catatan, serta paspor.

Penyidik tengah memeriksa dugaan ketidakakuratan catatan usia yang berkaitan dengan proses Omar memperoleh kewarganegaraan AS pada 2000. Pemeriksaan tersebut juga mencakup kemungkinan keterlibatan mendiang ayahnya dalam pemberian informasi usia yang tidak akurat.

Omar membantah melakukan pelanggaran. Dia menegaskan tiba di AS pada usia 12 tahun pada 1995 dan memperoleh kewarganegaraan ketika berusia 17 tahun.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
7 jam lalu

Putin Kaget Rusia Dituduh Dalangi Demonstrasi Rusuh di Banyak Negara Eropa

12 jam lalu

Kesal Tak Dapat Hadiah Nobel Perdamaian, Trump Tolak Imigran asal Norwegia

1 hari lalu

Menhan Arab Saudi Pangeran Khalid Terbang ke Iran, Ada Apa?

1 hari lalu

Nah, Trump Bantah Akan Serang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal