Sedangkan, India akan menjadi negara terpadat di dunia dengan jumlah penduduk diprediksi mencapai 1,1 miliar pada 2100.
"Prakiraan ini menunjukkan kabar baik bagi lingkungan, dengan lebih sedikit tekanan pada sistem produksi pangan dan emisi karbon yang lebih rendah, serta peluang ekonomi yang signifikan untuk negara-negara di Sub-Sahara Afrika," kata anggota peneliti, Christopher Murray, yang merupakan Direktur Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington, dikutip dari AFP, Rabu (15/7/2020).
Christopher mengatakan pada akhir abad ke-21, negara-negara berpanghasilan tinggi akan menghadapi situasi 'piramida populasi terbalik' dimana mereka kekurangan angkatan kerja.
Solusi terbaik untuk mempertahankan tingkat populasi dan pertumbuhan ekonomi adalah kebijakan imigrasi yang fleksibel bagi tenaga kerja dari dunia ketiga seperti Afrika. Peneliti juga menekankan pentingnya dukungan sosial bagi keluarga yang menginginkan keturunan.
"Namun, dalam menghadapi penurunan populasi ada bahaya yang sangat nyata bahwa beberapa negara mungkin mempertimbangkan kebijakan yang membatasi akses ke layanan kesehatan reproduksi dengan konsekuensi yang berpotensi menghancurkan," lanjutnya.