Prancis Denda Google Rp1,7 Triliun Gara-Gara Cookies

Anton Suhartono
Prancis mendenda Google 100 juta euro terkait cookies (Foto: AFP)

CNIL menolak argumen perusahaan bahwa mereka tidak berhak menjatuhkan sanksi karena kantor pusat tidak berada di Prancis, melainkan di Irlandia dan Luksemburg. Dua negara itu dianggap oleh beberapa kelompok advokasi data pribadi bersikap lunak terhadap para perusahaan asal Silicon Valley.

CNIL menyatakan sebagian besar denda untuk Google harus ditanggung entitas pusat di Amerika Serikat, Google LLC, yakni 60 juta euro dan sisanya, 40 juta dolar AS, oleh Google Ireland Limited, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/12/2020).

Sementara itu denda Amazon harus dibayar oleh entitas yang berbasis di Luksemburg.

Perusahaan juga diberi waktu 3 bulan untuk mengganti informasi soal cookies. Jika mereka tak melakukannya akan menghadapi denda tambahan 100.000 euro per hari sampai aturan dipatuhi.

Hukuman finansial terhadap Google merupakan yang terbesar yang pernah dikeluarkan CNIL. Rekor denda sebelumnya sebesar 50 juta euro juga menargetkan raksasa teknologi AS itu karena melanggar aturan data pribadi Uni Eropa.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Eks Kasubdit Intelijen Bea Cukai Sisprian Dituntut 10 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp7,4 Miliar

10 hari lalu

Google Doodle Hari Ini Rayakan World Space Week 2026, Ada Nebula Carina

10 hari lalu

Setelah Prancis, Demo Pelajar SMA Menjalar ke Belgia: Ratusan Remaja Ditangkap 

11 hari lalu

Prancis Membara! Latar Belakang Demo Ratusan Ribu Pelajar SMA, Singgung Guru Bolos

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal