Presiden Iran Ebrahim Raisi Sebut Arab Saudi dan Amerika dalam Kebijakan Luar Negeri

Anton Suhartono
Ebrahim Raisi ingin merangkul negara tetangga di Teluk dalam prioritas kebijakan luar negeri (Foto: Reuters)

Setelah AS keluar, Iran melanggar kesepakatan dengan meningkatkan pengayaan uranium hingga 60 persen lebih.

Pada kesempatan itu, Raisi juga menegaskan program rudal balistik Iran tidak bisa dinegosiasikan, meskipun ada tuntutan dari negara-negara Barat dan Teluk agar program itu dimasukkan dalam pembicaraan nuklir.

"Masalah di kawasan dan rudal tidak bisa ditawar. Mereka (Amerika Serikat) tidak mematuhi kesepakatan sebelumnya, bagaimana mereka ingin masuk ke diskusi baru?" tuturnya.

Raisi termasuk salah satu pejabat Iran yang dijatuhi sanksi AS atas tuduhan pelanggaran di masa lalu. AS dan kelompok HAM menuduhnya terlibat dalam eksekusi di luar proses hukum terhadap ribuan tahanan politik di Republik Islam pada 1988.

Soal tuduhan itu, Raisi menegaskan sebagai ahli hukum dia justru selalu membela HAM. Sanksi AS terhadapnya, kata dia, dijatuhkan karena tugasnya sebagai hakim.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
8 jam lalu

Ditutup 2 Minggu gegara Serangan Houthi, Bandara Riyadh Arab Saudi Beroperasi Lagi

12 jam lalu

Trump Nyoblos Pemilu AS Lebih Dulu, Singgung Kecurangan

13 jam lalu

Blak-blakan! Trump Belum Puas dengan Serangan ke Iran Sebelumnya

14 jam lalu

Trump Ancam Serang Iran Hari Ini, kecuali...

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal