Presiden Iran Rouhani: Revolusi Islam Momen Tak Tertahankan bagi Amerika

Nathania Riris Michico
Presiden Hassan Rouhani menyampaikan pidato saat peringatan 41 tahun sejak Revolusi Islam di Azadi Square, Teheran. (FOTO: Iranian Presidency / AFP/ AFP

TEHERAN, iNews.id - Presiden IranHassan Rouhani mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) merasa tak berdaya mengetahui bahwa Revolusi Islam tetap ada 41 tahun setelah negara itu menjatuhkan sekutu mereka, Shah.

"Sangat tak tertahankan bagi Amerika Serikat untuk menerima kemenangan sebuah negara besar dan bahwa sebuah kekuasaan diusir dari tanah ini," kata Rouhani, dalam sebuah unjuk rasa di Teheran, seperti dilaporkan AFP, Selasa (11/2/2020).

Unjuk rasa itu untuk memperingati kejatuhan monarki shah dan pembentukan republik Islam pada 1979.

"Wajar bagi mereka (AS) untuk bermimpi, selama 41 tahun, untuk kembali ke tanah ini, karena mereka tahu bahwa kita adalah salah satu negara paling kuat di Timur Tengah," kata Rouhani.

Iran dan Amerika Serikat (AS) resmi menjadi musuh sejak 1979, ketika pemerintah Shah yang didukung AS digulingkan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
8 jam lalu

Iran Dapat Informasi AS Akan Menyerang Lagi, Siapkan Pembalasan Dahsyat

13 jam lalu

Harga Minyak Dunia Melemah usai China Desak Iran Kendalikan Serangan Houthi

2 hari lalu

Terungkap! Hampir 60 Pesawat Militer AS Rusak Dihantam Iran, Kerugian Tembus Rp58 Triliun

3 hari lalu

PBB Ungkap Serangan Tanpa Pandang Bulu AS ke Sekolah di Iran, Bakal Tuntut Pertanggungjawaban

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal