Presiden Iran Rouhani: Revolusi Islam Momen Tak Tertahankan bagi Amerika

Nathania Riris Michico
Presiden Hassan Rouhani menyampaikan pidato saat peringatan 41 tahun sejak Revolusi Islam di Azadi Square, Teheran. (FOTO: Iranian Presidency / AFP/ AFP

Shah Mohammad Reza Pahlavi meninggalkan negara itu beberapa pekan digulingkan, setelah berbulan-bulan protes terhadap rezimnya.

Hubungan antara kedua pihak terputus sejak November 1979, ketika mahasiswa radikal menuntut ekstradisi Shah, setelah dia menangkap 52 sandera di kedutaan AS di Teheran dan menahan mereka selama 444 hari.

Hubungan buruk antara AS dan Iran memburuk pada 2018 ketika Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik AS keluar dari kesepakatan multinasional yang bertujuan mengekang program nuklir Iran. AS juga menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan.

"Dalam dua tahun terakhir, Amerika memberikan banyak tekanan pada orang-orang yang kita cintai, pada semua perdagangan kita, semua ekspor kita, semua impor kita, dan semua kebutuhan negara, untuk menguras kesabaran rakyat kita," kata Rouhani.

"Tetapi Amerika tidak memahami kehebatan rakyat Iran," katanya.

"Amerika Serikat percaya mereka menghadapi 41 tahun peradaban. Tidak, orang Amerika menghadapi ribuan tahun peradaban Iran."

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
10 jam lalu

Iran Dapat Informasi AS Akan Menyerang Lagi, Siapkan Pembalasan Dahsyat

14 jam lalu

Harga Minyak Dunia Melemah usai China Desak Iran Kendalikan Serangan Houthi

2 hari lalu

Terungkap! Hampir 60 Pesawat Militer AS Rusak Dihantam Iran, Kerugian Tembus Rp58 Triliun

3 hari lalu

PBB Ungkap Serangan Tanpa Pandang Bulu AS ke Sekolah di Iran, Bakal Tuntut Pertanggungjawaban

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal