Presiden Putin Siagakan Pasukan Nuklir, Begini Komentar China

Anton Suhartono
Wang Wenbin meminta semua pihak untuk tetap tenang guna menghindari eskalasi lebih lanjut (Foto: Reuters)

Dia kembali membela keputusannya menyerang Ukraina dengan alasan kelompok 'neo-Nazi' telah menguasai Ukraina dan mengancam keamanan Rusia. Tuduhan itu dianggap Ukraina dan Barat sebagai propaganda dan tak berdasar.

Saat pertama mengumumkan operasi militer khusus ke Ukraina pekan lalu, Putin juga mengancam pihak-pihak asing yang mencoba menghalanginya. Dia mengancam, pihak asing yang terlibat akan mendapatkan konsekuensi yang belum pernah ditemui dalam sejarah. Berbagai pihak yakin ancaman itu merujuk pada senjata nuklir.

Sementara itu Amerika Serikat mengomentari pernyataan Putin yang memerintahkan pasukan nuklir dalam siaga sangat tinggi sebagai retorika berbahaya. Tak sampai 4 hari sejak serangan dimulai, Barat membalas keputusan Rusia itu dari sisi politik, strategi, ekonomi, dan bisnis dalam jangkauan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josef Borrell mengatakan, serangan Rusia ke Ukraina menimbulkan dampak sangat besar, bukan saja di Eropa.

"Dengan perang Ukraina ini, dunia tidak akan pernah sama lagi," kata Borrell, dalam opini yang ditebitkan surat kabar Inggris, The Guardian.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang

Nasional
6 jam lalu

Bertemu Sugiono, Menlu Slovakia Tawarkan Pengembangan Energi Nuklir di Indonesia

Internasional
6 jam lalu

Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran

Internasional
1 hari lalu

Drone Kamikaze Rusia Hantam Bus Pekerja Tambang Ukraina, 15 Orang Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal