Presiden Suriah: Turki Pemicu Perang Armenia-Azerbaijan

Arif Budiwinarto
Presiden Suriah, Bashar al-Assad. (foto: AFP)

Pertempuran terbaru antara separatis Armenia dan Azerbaijan di wilayah Nagorno-Karabakh telah berlangsung sembilan hari. Laporan menyebut korban jiwa telah mencapai 400 orang dari pejuang maupun warga sipil.

Konflik di wilayah Nagorno-Karabakh sudah terjadi sejak tahun 1990-an. Komunitas internasional mengakui Nagorno-Karabakh sebagai bagian Azerbaijan, akan tetapi populasi dan pemerintahan wilayah itu dikuasai oleh etnis Armenia.

NATO dan komunitas internasional yang diwakili Amerika Serikat dan Rusia telah meminta Armenia dan Azerbaijan segera melakukan gencatan senjata. Namun, permintaan itu tak cukup ampuh menghentikan aksi saling serang.

Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev mengatakan pihaknya bersedia menghentikan serangan dengan syarat separatis Armenia menarik mundur semua pasukan dari pendudukan mereka di Nagorno-Karabakh.

Sebaliknya, separatis Armenia menolak permintaan tersebut, mereka kecewa dengan PBB dan dunia internasional yang tak mampu menuntaskan sengketa di wilayah itu selama bertahun-tahun.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
29 hari lalu

Militer Israel Tertekan! Amunisi 30 Tahun Habis dalam 3 Tahun untuk Perang, Ribuan Tank Rusak

30 hari lalu

Perang Brutal, Tentara Israel Gunakan Amunisi untuk 30 Tahun hanya dalam 3 Tahun

31 hari lalu

AS Cabut Status Terorisme, Presiden Suriah: Lembaran Baru Dibuka, Noda Hitam Dihapus

31 hari lalu

Akhirnya, AS Cabut Status Suriah sebagai Negara Sponsor Terorisme

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal