Pria Gaza Raih Gelar Doktor setelah Pertahankan Disertasi dari Rumahnya yang Hancur akibat Perang

Ahmad Islamy Jamil
Anas al-Qanou, berusaha merampungkan disertasinya dari rumahnya yang hancur di Jalur Gaza. (Foto: X)

Qanou menggambarkan tantangan awalnya yang dihadapi seperti internet dan pemadaman listrik. Namun dia berhasil mengatasinya dan melanjutkan penulisan disertasinya.

"Pada Maret, saya berhasil menyelesaikan sidang pendahuluan yang mempersiapkan saya untuk sidang akhir. Pada tanggal 10 Juli, sidang akhir saya dilakukan secara daring," katanya.

Selama sidang akhir untuk mempertahankan disertasinya, Qanou sempat khawatir tentang kemungkinan gangguan internet atau kehabisan baterai perangkatnya. Namun, dia berhasil mengisi daya perangkatnya menggunakan energi matahari. Diskusi daring hari itu berlangsung sekitar lima jam berturut-turut.

"Sidang itu dilakukan di pagi hari di tengah perang yang sedang berlangsung, pengeboman rumah saya, dan kondisi sulit yang saya hadapi seperti warga Palestina lainnya di Gaza yang menghadapi kehancuran perang," tututnya.

Kendati menghadapi kesulitan-kesulitan tersebut, sidang doktoralnya tetap dilanjutkan. Setelah melalui upaya yang cukup besar, komite di USM memutuskan untuk menganugerahkan gelar doktor kepadanya.

Sejak dimulainya perang pada 7 Oktober, Israel telah menghancurkan enam universitas di Gaza. Serangan militer Israel juga mengakibatkan tewasnya tiga presiden atau rektor universitas dan lebih dari 95 dekan dan profesor perguruan tinggi.

Hingga Juli lalu, perang di Gaza telah mengganggu pendidikan 88.000 siswa, sementara 555 orang lainnya, yang telah mendapatkan beasiswa internasional, tidak dapat bepergian ke luar negeri. Semua data itu tertuang dalam laporan Observatorium Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
2 jam lalu

Lembaga HAM Israel: Pemukim Yahudi Lakukan Pembersihan Etnis Terang-terangan di Tepi Barat

11 jam lalu

5.000 Pasien Kanker Gaza Terjebak, Menunggu Pengobatan di Tengah Ancaman Kematian

12 jam lalu

Kisah Menyedihkan Pasien Kanker Gaza Sulit Berobat: Saya Hanya Menunggu untuk Mati

21 jam lalu

Menolak Mati, Hamas Umumkan Ikut Pemilu Palestina November 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal