Profil Erdogan, Presiden Turki 3 Periode Tak Mempan Dikudeta

Andrea Fairuz
Profil Erdogan, salah satu pemimpin terlama di Turki, menarik disimak (Foto: Reuters)

Keinginan Erdogan untuk memperluas kekuasaan presiden membuahkan hasil pada April 2017. Perubahan besar pada konstitusi yang menghapus jabatan perdana menteri dan memberdayakan presiden sebagai kepala pemerintahan eksekutif dilakukan melalui referendum. 

Perubahan tersebut diterapkan setelah siklus pemilu berikutnya yang sempat direncanakan pada November 2019. Namun, pemilu dini dibatalkan, dan pada 24 Juni 2018, Erdogan memenangkan mayoritas suara untuk jabatan presiden. 

Setelah dilantik pada 9 Juli, dia mengambil alih jabatan presiden yang sudah diperluas.

Untuk pertama kali sejak AKP meraih kekuasaan pada 2004, hasil pemilu menunjukkan bahwa partai tersebut kehilangan pengaruhnya di lima kota besar, termasuk Ankara dan Istanbul, sehingga memberikan pukulan besar terhadap agenda nasional Erdogan. 

Berbulan-bulan kemudian, beberapa petinggi AKP meninggalkan partai tersebut dan menentang kepemimpinan Erdogan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
24 hari lalu

Netizen Heboh! Trump Disambut Karpet Biru, bukan Merah di Turki

24 hari lalu

Prabowo Sebut Banyak yang Tak Suka Pemerintah: Kampanyekan Indonesia Chaos di Medsos

26 hari lalu

Trump Peringatkan Eropa Bisa Lenyap karena 2 Hal Ini, Apa Saja?

30 hari lalu

Menlu Turki: Israel Biang Masalah Global!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal