Profil Pervez Musharraf, Mantan Presiden Pakistan yang Divonis Hukuman Mati atas Tuduhan Berkhianat

nevriza wahyu utami
Pervez Musharraf (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf meninggal dunia di usia 79 tahun pada Minggu kemarin. Dia menderita penyakit langka amiloidosis. Musharraf merupakan perwira militer yang mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada 1999. Dua tahun kemudian, dia menjabat sebagai Presiden Pakistan atau sejak 20 Juni 2001 sampai 18 Agustus 2008.

Dilansir dari Britannica, Musharraf lahir di Delhi, India, pada 11 Agustus 1943. Saat berusia 4 tahun, Musharraf pindah bersama orang tuanya dari Delhi ke Karachi, Pakistan, pada 1947. 

Orang tuanya berlatar belakang kelas menengah dan pendidikan tinggi. Ibunya bernama Zehra mengambil jurusan Sastra Inggris dan bekerja di Organisasi Buruh Internasional (ILO) hingga pensiun pada 1986. Ayah Musharraf, Syed Musharraf-ud-Din, merupakan lulusan Universitas Aligarh, India, dan bekerja di Departemen Luar Negeri Pakistan. 

Syed Musharraf memiliki karier cemerlang hingga dia pensiun dari jabatan sebagai Wakil Sekretaris Departemen Luar Negeri. 

Pervez Musharraf menempuh pendidikan di Saint Patrick's High School, Karachi, dan lulus pada 1958. Kemudian dia melanjutkan kuliah di Forman Christian College di Lahore. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Musharraf mendaftar di Akademi Militer Pakistan di Quetta pada 1961 dan lulus pada 1964. 

Dia memegang sejumlah jabatan di unit artileri, infanteri, dan komando, hingga mengajar di Sekolah Staf Komando di Quetta dan di War Wing dari National Defense College. 

Sebelum menjadi orang nomor 1 di Pakistan, Musharraf ditunjuk sebagai kepala angkatan bersenjata pada Oktober 1998 oleh Perdana Menteri Nawaz Sharif. Musharraf diyakini telah memainkan peranan penting dalam invasi wilayah Kashmir yang dikelola India pada 1999. 

Mantan jenderal bintang empat itu memiliki hubungan dekat dengan Amerika Serikat (AS) dalam upaya untuk membasmi ekstremis Islam di wilayah perbatasan Afghanistan-Pakistan usai peristiwa 11 September 2001. Dia bahkan mendapatkan ancaman pembunuhan dari Al Qaeda dan juga Taliban.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
5 hari lalu

Markas Besar Kepolisian Nasional Pakistan Diserang, Ledakan Mengguncang

Internasional
8 hari lalu

Bangga Hentikan Perang India-Pakistan, Trump: Tak Ada Presiden AS Lain yang Mampu

Nasional
12 hari lalu

Bertemu Prabowo, Dubes Pakistan Tawarkan Produksi Susu untuk MBG

Internasional
18 hari lalu

Diguncang Bom Bunuh Diri Tewaskan 12 Orang, Pakistan Tuduh India

Internasional
18 hari lalu

Bom Bunuh Diri Guncang Kantor Pengadilan Pakistan, 12 Orang Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal