Program Nuklir Iran Semakin Mengkhawatirkan, Kesepakatan dengan AS Terancam

Arif Budiwinarto
Iran membangun fasilitas nuklir bawah tanah di Natanz untuk mengantisipasi serangan udara. (foto: AFP)

Aktivitas pengayaan nuklir Iran berpotensi merusak peluang kembalinya AS ke JCPOA

Jerman, Prancis, dan Inggris yang bersama China dan Rusia merupakan pihak dalam kesepakatan penahanan nuklir Iran yang dikenal sebagai JCPOA mengingatkan Teheran agar menyeusaikan aktivitas pengayaan uranium mereka dengan kesepakatan tersebut.

Sebab, jika berlanjut dikhawatirkan akan merusak peluang kembalinya Amerika Serikat ke dalam JCPOA. 

AS sempat masuk dalam JCPOA pada 2015 di bawah pemerintahan Barack Obama. Namun, pada 2018 Presiden Donald Trump memutuskan menarik diri dari kesepakatan tersebut. 

"Pengumuman Iran baru-baru ini kepada IAEA bahwa pihaknya bermaksud untuk memasang tiga kaskade sentrifugal canggih tambahan di Pabrik Pengayaan Bahan Bakar di Natanz bertentangan dengan JCPOA dan sangat mengkhawatirkan," lanjut isi pernyataan. 

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
15 jam lalu

Pertama Kali, AS Akan Siarkan Langsung Eksekusi Mati dengan Regu Tembak

1 hari lalu

Wabah Pes di Rusia akibat Senjata Biologi? Ini Komentar Trump

18 jam lalu

Presiden Pezeshkian Jelaskan ke Putin, Kenapa Iran dan AS Tak Kunjung Berdamai

1 hari lalu

81 Pesawat Militer AS Rusak dan Hancur Selama Perang Melawan Iran, Ini Daftarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal