TEL AVIV, iNews.id - Pemerintah Qatar membantah keras tuduhan Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu dan Partai Likud yang menuding Doha ikut campur dalam pemilu Knesset pekan lalu. Qatar menyebut tuduhan tersebut sebagai kampanye hoaks yang bertujuan menyeret negara itu ke dalam perselisihan politik dalam negeri Israel.
Netanyahu dan Partai Likud menuduh Qatar melakukan intervensi melalui pendanaan untuk meningkatkan partisipasi pemilih dari kalangan Arab Israel. Langkah tersebut dituding bertujuan memengaruhi hasil pemilu dan merugikan kubu Netanyahu.
Likud bahkan mengklaim memiliki rekaman serta sejumlah materi lain yang mendokumentasikan dugaan praktik kecurangan. Partai tersebut menyebut terdapat uang tunai dan voucher bahan bakar yang ditawarkan kepada pemilih sebagai imbalan atas suara mereka.
Namun, Likud belum secara terbuka memperlihatkan bukti yang mendukung tuduhan campur tangan Qatar maupun dugaan praktik suap tersebut.
Pemerintah Qatar menolak tuduhan itu dan menyebutnya sebagai upaya menciptakan narasi palsu untuk menyeret Doha ke dalam konflik politik Israel.