Pandangan mereka bahwa warna kulit putih sebagai kelompok bangsa yang unggul dan pandangan bahwa warna kulit berwarna sebagai kelompok yang tidak unggul tidak lepas dari kepentingan untuk mendapatkan tenaga kerja yang murah di perkebunan-perkebunan Amerika.
Sayangnya, tidak semua warga kulit putih AS tercerahkan. Dapat dikatakan bahwa mungkin sebagian besar warga kulit putih di AS masih bersikap rasis terhadap warga kulit berwarna mulai dari yang berasal dari Benua Afrika, kemudian dari kawasan Amerika Latin hingga Asia. Ide rasisme ini terutama untuk memperkuat struktur masyarakat kapitalis Amerika yang menempatkan kelompok-kelompok minoritas sebagai sumber dari tenaga kerja murah.
National Partnership for Women and Families (2020) mencatat bahwa perempuan warga Amerika keturunan Hispanik atau Amerika Latin biasanya dibayar hanya 54 sen untuk setiap dolar yang dibayarkan kepada pria kulit putih atau kelompok non-Hispanik.
Gaji tahunan rata-rata untuk pekerjaan penuh waktu seorang keturunan Amerika Latin di Amerika Serikat sepanjang tahun adalah 33.540 dolar AS (sekitar Rp472 juta), sementara gaji tahunan rata-rata untuk seorang pria kulit putih, non-Hispanik, adalah 61.576 dolar AS (Rp867 juta). Ada perbedaan sebesar 28.036 dolar AS (Rp394 juta) per tahun.
Upah perempuan kulit hitam agak lebih baik dibandingkan perempuan latin, meskipun tetap rendah dan terdiskriminasi dibandingkan kulit putih, baik laki-laki maupun perempuan.