Rasisme dan Ketimpangan Sosial di Amerika

Dinna Prapto Raharja PhD
Praktisi dan Pengajar Hubungan Internasional Dinna Prapto Raharja, PhD. (Foto: Koran SINDO).

Dinna Prapto Raharja, PhD
Praktisi & Pengajar Hubungan Internasional
@Dinna_PR

MASALAH struktural seperti rasisme yang sedang hangat di Amerika Serikat (AS) tidak lepas dari perkembangan sejarah kapitalisme pasar. Rasisme di AS berurat akar dalam sejarah penaklukan suku Indian sebagai penduduk asli daratan Amerika dan sejarah perbudakan kulit hitam.

Tanpa ada penaklukan terhadap penduduk asli dan tanpa ada perdagangan masyarakat Afrika, maka tidak akan ada industri perkebunan yang menyokong berkembangnya industri kapitalisme AS seperti yang kita lihat saat ini.

Itu artinya bahwa rasisme dan perkembangan kapitalisme di AS tidak dapat dipisahkan. Rasisme disebut sebagai masalah struktural karena sejak lahir masyarakat kulit putih telah didewasakan dengan kecenderungan untuk bersikap rasis terhadap manusia yang warna kulitnya berbeda.

Adalah perlawanan warga kulit berwarna selama ratusan tahun yang kemudian membuka ruang diskusi dan memberi kesempatan bagi sebagian dari warga kulit putih bertukar pikiran dan kemudian menyadari bahwa sikap-sikap mereka yang awalnya dipahami sebagai sesuatu yang sifatnya “alamiah” ternyata hasil konstruksi sosial masyarakat.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang

57 tahun lalu

Trump: Iran Sudah Tamat!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal