Reaksi Warga Palestina Terkait Rencana Australia Pindahkan Kedubes

Nathania Riris Michico
Warga Silwan, Sahar Abbasi, mengatakan Australia harus melihat warga Arab di Yerusalem Timur yang terus menghadapi diskriminasi. (Foto: ABC News: Eric Tlozek)

Media Israel justru melaporkan pernyataan Pemerintah Australia bahwa Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan.

Mantan diplomat Israel Lior Weintraub, yang kini menjadi wakil presiden organisasi advokasi The Israel Project, mengatakan ini adalah masalah sensitif di Israel.

"Mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, saya kira adalah hal yang alami, dan menempatkan kedutaan. Bila kita ingin menghindari kontroversi - di tempat di mana menurut perjanjian damai adalah bagian dari Israel, adalah pendekatan yang benar," kata Weintraub.

"Mengakui wilayah Barat dan Timur dan mulai berbicara mengenai perbatasan, ini masalah yang sensitif khususnya ketika proses perdamaian sedang mengalami jalan buntu dan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung."

Israel meloloskan UU pada 1980 yang menyatakan seluruh Kota Yerusalem adalah ibu kota negara itu yang 'menyeluruh dan bersatu."

Hal tersebut dikecam oleh Dewan Keamanan PBB yang mengatakan hukum tersebut melanggar resolusi PBB sebelumnya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
21 jam lalu

Warga Gaza Ucapkan HUT Ke-81 RI, Lukis Bendera Merah-Putih di Reruntuhan Bangunan

22 jam lalu

Brutal! Menteri Radikal Israel Serukan Militer Bunuh 30-40 Warga Gaza Setiap Malam

22 jam lalu

Diam-Diam, Utusan Trump Jared Kushner Bertemu Pemimpin Hamas di Mesir

1 hari lalu

Makin Ganas, Doktrin Perang Iran Kini Tak Hanya Bertahan tapi Menyerang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal