Reaksi Warga Palestina Terkait Rencana Australia Pindahkan Kedubes

Nathania Riris Michico
Warga Silwan, Sahar Abbasi, mengatakan Australia harus melihat warga Arab di Yerusalem Timur yang terus menghadapi diskriminasi. (Foto: ABC News: Eric Tlozek)

YERUSALEM, iNews.id - Banyak warga Palestina yang kecewa dan marah atas pernyataan Australia yang ingin memindahkan kedutaannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sementara Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison mengatakan langkah itu akan memajukan proses perdamaian Israel-Palestina, wakil Palestina mengatakan tindakan Australia malah akan menghancurkan proses tersebut.

Pejabat senior Palestina Nabil Shaath mengatakan, Morrison tampaknya menggunakan pertimbangan politik jangka pendek dalam negeri guna melakukan kebijakan luar negeri.

"Secara politik ini akan menghancurkan harapan akan adanya perdamaian. Ini sama sekali tidak membantu, namun hanya meningkatkan kemungkinan pemerintah menang di Wentworth di Australia," kata Shaath.

"Bila kita melakukan model politik ini di Timur Tengah untuk memenangkan pemilihan paruh waktu di Australia, maka maafkan saya bisa memiliki pandangan yang negatif terhadap kebijakan Pemerintah Australia."

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
16 jam lalu

Warga Gaza Ucapkan HUT Ke-81 RI, Lukis Bendera Merah-Putih di Reruntuhan Bangunan

17 jam lalu

Brutal! Menteri Radikal Israel Serukan Militer Bunuh 30-40 Warga Gaza Setiap Malam

18 jam lalu

Diam-Diam, Utusan Trump Jared Kushner Bertemu Pemimpin Hamas di Mesir

22 jam lalu

Makin Ganas, Doktrin Perang Iran Kini Tak Hanya Bertahan tapi Menyerang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal