Rezim Assad Tumbang, Rusia Rayu Pemimpin Suriah Baru Pertahankan Pangkalan Militer

Anton Suhartono
Rusia kemungkinan akan mendapat izin dari pemimpin sementara Suriah ntuk mempertahankan pangkalan militernya di Suriah meski rezim Bashar Al Assad telah tumbang (Foto: AP)

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pemerintahan sementara Suriah yang dipimpin Perdana Menteri Abu Mohammed Al Julani maupun dari HTS.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov juga belum memberikan komentar.

Pangkalan angkatan laut Tartus merupakan satu-satunya fasilitas militer Rusia di Laut Mediterania sehingga perannya sangat strategis. Sementara pangkalan udara Hmeimim memiliki peran penting untuk memasok kebutuhan operasi keamanan Rusia di Afrika.

Melalui pangkalan itu Rusia menjaga pengaruh politik dan ekonomi serta menjalin hubungan erat pasca-Perang Dingin.

Rusia merupakan sekutu dekat rezim Assad. Bahkan negara itu memberikan suaka kepada Bashar Al Assad dan keluarganya setelah digulingkan oleh gabungan kelompok oposisi bersenjata dalam operasi yang tergolong sangat singkat, yakni tak sampai 2 pekan.

Rusia dilaporkan memiliki kontrak atau perjanjian untuk menempati pangkalan di Suriah selama 49 tahun terhitugn sejak 2017.

Runtuhnya rezim Assad secara efektif membatalkan kontrak itu karena pemerintahan telah berganti.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 hari lalu

Harga Minyak Dunia Melemah usai Trump Beri Keringanan Sanksi Energi Rusia

8 hari lalu

Putin Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke Prabowo, Doakan Sehat dan Sukses

9 hari lalu

Heboh Kabar Istana Rayakan Ultah Prabowo Bareng Wakil PM Rusia, Bakom Buka Suara

10 hari lalu

Gempa Besar M7,2 Guncang Kamchatka Rusia, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal