Ribuan Warga Myanmar di Jepang Demonstrasi, Desak Pemerintah Tolak Rezim Militer

Anton Suhartono
Ribuan warga Myanmar di Jepang berunjuk rasa menolak kudeta militer (Foto: Reuters)

Dalam pernyataan UMCA menilai Jepang seharusnya tidak mengakui rezim militer yang baru dibentuk. 

Mathida (50), demonstran yang bekerja di sebuah restoran di Tokyo, mengatakan, dia bergabung dalam unjuk rasa untuk mendorong pejabat Jepang berbuat lebih banyak guna memulihkan demokrasi di Myanmar.

“Kami ingin pemimpin dan ibu kami, Aung San Suu Kyi, dibebaskan,” katanya.

Sementara itu juru bicara pemerintah Jepang menolak berkomentar saat ditanya wartawan. Dia hanya mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa Jepang akan tetap berhubungan dekat dan terus memantau situasi di Myanmar.

Seorang pejabat tinggi pertahanan mengatakan, Jepang perlu berhati-hati dalam pendekatan terhadap Myanmar. Pasalnya memutus hubungan dengan Myanmar bisa berisiko membuat negara itu mendekat ke China. 

Seperti diketahui, militer Myanmar mengambil alih kekuasaan pemerintahan sipil pada Senin (1/2/2021) dengan tuduhan kecurangan pemilu 8 November 2020. Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Suu Kyi menang telak dalam pemilu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
18 jam lalu

Massa Demo Mahasiswa Membubarkan Diri, Acungkan Salam 3 Jari

19 jam lalu

Stafsus Mensesneg Temui Massa Mahasiswa di Kawasan Monas, Janji Sampaikan Tuntutan

21 jam lalu

Ribuan Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Kawasan Monas, Bawa 3 Tuntutan

2 hari lalu

Gerimis Tak Surutkan Aksi Demo Mahasiswa, Polisi Masih Sekat Jalan ke Bundaran HI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal