Ribuan Yahudi Ultra-Orthodoks dan Liberal Bentrok di Tembok Ratapan

Nathania Riris Michico
Bentrok antara kelompok perempuan Yahudi di Tembok Ratapan, Yerusalem. (FOTO: AFP)

Rabbi Tembok Barat, Shmuel Rabinowitz, meminta kedua pihak untuk tenang.

"Untuk menjaga Tembok Ratapan sebagai tempat persatuan dan bukannya perpecahan."

Selama 30 tahun, kelompok Women of the Wall berjuang menentang peraturan yang melarang perempuan mengenakan skarf doa, berdoadan membaca Taurat bersama-sama dengan suara keras di tempat itu.

Menurut tradisi Yahudi Ortodoks, perempuan seharusnya tidak melakukan ritus keagamaan ini.

Karena tekanan partai ultra-Ortodoks, pemerintah Israel pada 2017 menghapus rencana membuat tempat berdoa semua jenis kelamin di tembok.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
17 hari lalu

Pemukim Yahudi Serang Gereja di Yerusalem, Pemuka Agama Kristen Protes Keras

29 hari lalu

Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa

1 bulan lalu

Israel Tangkap Mufti Agung Yerusalem Sheikh Hussein, Larang Masuk Masjid Al Aqsa

2 bulan lalu

Menteri Turki Sebut Yerusalem Akan Direbut Umat Islam, Israel Murka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal