MOSKOW, iNews.id - Rusia mengaku kebingungan menghadapi eskalasi krisis di Selat Hormuz di tengah konflik Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Bahkan, Kremlin secara terbuka mempertanyakan siapa sebenarnya yang melakukan blokade dan apa yang benar-benar diblokade dalam situasi yang semakin tidak jelas.
Kebingungan ini muncul setelah berbagai klaim saling bertentangan terkait pembatasan jalur vital perdagangan minyak dunia tersebut.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan hingga kini belum ada pemahaman menyeluruh mengenai situasi di lapangan, termasuk siapa aktor utama di balik kebijakan blokade di Selat Hormuz.
“Belum ada pemahaman menyeluruh mengenai siapa yang memblokade dan apa yang sedang diblokade,” ujar Peskov, menyoroti kompleksitas konflik yang melibatkan banyak kepentingan global, dalam wawancara dengan India Today, dikutip Kamis (16/4/2026).
Rusia juga memastikan tidak akan terlibat dalam konflik tersebut. Peskov menegaskan, perang yang terjadi sejak 28 Februari bukan bagian dari kepentingan Moskow.