Rusia Dituduh Hilangkan Barang Bukti Senjata Kimia di Suriah

Anton Suhartono
Kantor OPCW di Den Haag, Belanda (Foto: AFP)

MOSKOW, iNews.id – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov membantah pihaknya mencampuri proses penyelidikan di Douma, Suriah, terkait penggunaan senjata kimia oleh rezim Bashar Al Assad.
Tim ahli dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) sudah berada di Suriah, namun dilarang masuk ke Douma.

"Saya bisa menjamin bahwa Rusia tidak merusak lokasi," kata Lavrov, dikutip dari BBC, Senin (16/4/2018).

Lavrov kembali membantah penggunaan senjata kimia dalam serangan di Douma, Ghouta Timur, pada 7 April lalu.

"Saya tidak bisa sopan dengan para pemimpin negara lain. Tapi Anda mengutip pernyataan para pemimpin Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat. Terus terang, semua bukti yang mereka katakan berdasarkan pada laporan media dan media social," kata Lavrov, kepada BBC.

Pernyataan ini disampaikan Lavrov terkait kesulitan tim OPCW mengakses Douma serta rapat darurat organisasi yang berbasis di Den Haag, Belanda, tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 jam lalu

Vietnam Bikin Kapal Perang Anti-Kapal Selam Canggih, Dibuat di Dalam Negeri termasuk Senjata

4 hari lalu

China dan Rusia Minat Garap Proyek Kereta Trans Kalimantan, Pemerintah Siapkan Investasi

12 hari lalu

Alasan Rusia Buru Pendiri Telegram Pavel Durov hingga Terancam Penjara Seumur Hidup

13 hari lalu

Diburu Rusia, Pendiri Telegram Pavel Durov Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal