Rusia Sebut AS Jadi Dalang di Balik Tekanan Ukraina terhadap Gereja Ortodoks 

Umaya Khusniah
Kiev-Pechersk Lavra. (Foto: Reuters)

"Pengusiran gereja dari Kiev-Pechersk Lavra oleh otoritas Kiev saat ini adalah tindakan tidak sah dari sudut pandang hukum dan tidak bermoral dari sudut pandang spiritual," katanya. 

Kiev menindak UOC dengan alasan pro-Rusia dan bekerja sama dengan Moskow. Namun tuduhan itu dibantah gereja.

Sebanyak 61 pendeta UOC telah dituduh terlibat kasus pidana sejak awal tahun 2022. Tujuh di antaranya dinyatakan bersalah.

UOC telah dituduh mempertahankan hubungan dengan Gereja Ortodoks Rusia yang pro-invasi. Gereja Ortodoks Rusia dulunya merupakan gereja induk Gereja Ortodoks Rusia. Tetapi UOC mengaku telah memutuskan hubungan pada Mei 2022.

Bulan lalu, Moskow mengatakan Ukraina menyerang UOC secara ilegal. Hal itu menegaskan perlunya operasi militernya di Ukraina.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
10 jam lalu

Kesal Tak Dapat Hadiah Nobel Perdamaian, Trump Tolak Imigran asal Norwegia

1 hari lalu

Menhan Arab Saudi Pangeran Khalid Terbang ke Iran, Ada Apa?

1 hari lalu

Nah, Trump Bantah Akan Serang Iran

1 hari lalu

Trump: AS Kendalikan Selat Hormuz, Iran Tak Dapat Apa-Apa!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal