Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di wilayah Zaporizhzhia. (Foto: Anadolu)
Umaya Khusniah

MOSCOW, iNews.id - Ukraina dilaporkan berulang kali menggunakan senjata Barat untuk menyerang PLTN terbesar di Eropa yang sekarang dikendalikan Rusia.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Administrasi yang didirikan Rusia untuk wilayah Zaporizhzhia, Yevgeny Balitsky, Rabu (3/8/2022). Dia mengatakan pihaknya siap menunjukkan kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bagimana mereka menjaga fasilitas nuklir tersebut dari serangan.  

Sebelumnya, dia mengatakan IAEA akan mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia. 

"Kami siap untuk menunjukkan bagaimana militer Rusia menjaga pabrik, dan bagaimana Ukraina, yang menerima senjata dari Barat, menggunakan senjata tersebut termasuk drone untuk menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir," kata Balitsky.

Sayangnya IAEA tidak menanggapi permintaan komentar terkait berita rencana kedatangannya ke fasilitas nuklir itu. Reuters juga tidak dapat memverifikasi akun medan perang dari kedua sisi perang.

Pabrik Zaporizhzhia telah menjadi subyek peringatan berulang kali dari Ukraina, Barat dan Rusia. 

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Senin menyebut tindakan Rusia di sekitar pabrik sebagai hal tidak bertanggung jawab. Dia menuduh Moskow menggunakannya sebagai "perisai nuklir" dalam serangan terhadap pasukan Ukraina.

"Washington sangat prihatin bahwa Moskow sekarang menggunakan pabrik itu sebagai pangkalan militer. Pasukan Kremlin juga menembaki pasukan Ukraina dari sekitarnya. Tentu saja Ukraina tidak bisa membalas karena dampaknya mengerikan jika melibatkan pembangkit nuklir," kata Blinken setelah pembicaraan nonproliferasi nuklir di PBB di New York.


Editor : Umaya Khusniah

BERITA TERKAIT