Ketika Sadaf merasa bahwa komite tidak lagi mewakili warga secara keseluruhan, baik dalam hal ras maupun agama, dia mengambil langkah besar pada 2016. Sadaf mencalonkan diri untuk jabatan politik.
"Saya diminta mencalonkan diri di Montgomery pada 2016. Saya akhirnya memutuskan bahwa ini adalah peluang yang sangat baik dan tak ada yang lebih baik lagi daripada melayani komunitas saya sendiri," kata Sadaf, dalam wawancara dengan Robert Meola dari The Montgomery News.
Minatnya untuk terjun dalam bidang politik tidak tiba-tiba dan bukannya tanpa dukungan. Dalam berbagai wawancara dengan media massa, perempuan kelahiran Chicago, Illinois, 35 tahun silam dari orangtua imigran Muslim Pakistan itu kerap menyatakan bahwa orangtuanya selalu tertarik dengan apa yang terjadi di dunia dan mendorong dia dan adiknya untuk teguh mengejar mimpi-mimpi mereka.
Sedari kecil, Sadaf tertarik pada bidang diplomasi dan politik. Dia sangat berminat untuk memahami perbedaan budaya dan menjembatani perbedaan tersebut.
Namun minatnya kemudiah tersisihkan sewaktu menekuni studi di Fakultas Hubungan Internasional di Georgetown University, hingga meraih gelar doktor dalam bidang Bahasa dan Peradaban Timur Dekat dari universitas terkemuka lainnya, Harvard.