Sebelum benar-benar terjun ke dunia politik, dia mengerjakan riset pasca-doktoralnya di Princeton University.
Dia tidak menang dalam pemilihan tahun tersebut. Dia kembali mengikuti pemilihan menjadi anggota Komite Kota pada tahun berikutnya dan terpilih. Pada 2018, dia dipilih sebagai wali kota oleh Komite dan dilantik awal tahun ini.
Terkait dengan minatnya dalam hal pembangunan masyarakat, Sadaf mengatakan, "Ini hal yang kita perlukan di tengah komunitas kita, di setiap komunitas, sekarang mungkin lebih diperlukan lagi, dan saya berharap dapat mewujudkan itu: mempersatukan warga, serta mendorong transparansi."
Kepada Religion News Service, Sadaf yang dibesarkan sebagai Muslim Syiah mengaku merasa ketidakadilan harus diperangi di manapun dia berada. Sejak melakukan riset mengenai Islam di Asia Selatan untuk gelar doktornya, dia juga melihat bagaimana agama dan budaya kerap saling terjalin dan bagaimana masyarakat kosmopolitan bekerja pada masa lalu.
Meskipun tidak sempurna, lanjut Sadaf, Islam pada masa lampau pun menjadi salah satu keindahan yang luar biasa yang memarakkan perabadan.