Salat Jumat, Warga Selandia Baru Bikin Dinding Manusia Lindungi Jamaah

Anton Suhartono
Warga masih berdatangan ke Masjid An Nur sebagai bentuk duka atas penembakan pada Jumat pekan lalu (Foto: AFP)

Di saat bersamaan, para pekerja mulai merenovasi masjid. Pengerajin kayu dan kaca, tukang kebun, serta petugas karpet memasuki Masjid An Nur untuk mengembalikan kondisi seperti sedia kala.

Hal ini penting untuk menghilangkan trauma atas pembantaian sadis oleh pria 28 tahun Brenton Tarrant yang menyebut dirinya sebagai pengawal supremasi kulit putih.

Sementara itu area sekitar masjid ditutup dan dijaga ketat polisi bersenjata.

Menurut juru bicara itu, pengawalan tersebut untuk memastikan masyarakat muslim bisa dengan tenang kembali ke masjid melaksanakan Salat Jumat.

Imam Masjid An Nur, Gamal Fouda, mengatakan, Salat Jumat tetap akan dilaksanakan meskipun masjid belum bisa dibuka.

"Kami akan salat di sini pada Jumat. Kami tidak akan pernah meninggalkannya (salat) karena akan membuat senang orang-orang yang menyerang kami," kata Gamal, kepada New Zealand Herald.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
4 hari lalu

Penembakan di Acara Gedung Putih, Pelaku Didakwa Berusaha Bunuh Trump

Internasional
4 hari lalu

Trump Disebut sebagai Presiden Paling Banyak Diserang dalam Sejarah AS

Internasional
4 hari lalu

Sosok Cole Allen Pelaku Penembakan Acara Trump, Lulusan S2 Ilmu Komputer yang Jadi Guru

Nasional
5 hari lalu

Penembakan di Acara Trump, Gedung Putih: Pelaku Ingin Bunuh Presiden dan Pejabat Lain

Internasional
5 hari lalu

Pelaku Penembakan di Acara Trump Ingin Incar Para Pejabat AS, Motif Masih Misterius

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal