Satu Lagi Negara Muslim Disebut Akan Buka Kedubes untuk Israel di Yerusalem

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu (Foto: AFP)

Dia belakangan ini menggencarkan negosiasi untuk menormalisasi hubungan dengan negara-negara Arab dan muslim, serta mendorong pengakuan internasional lebih luas bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Israel.

Upaya Netanyahu itu dimulai setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 2017 mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, langkah yang ditolak komunitas internasional termasuk Uni Eropa dan PBB.

Israel menyebut Yerusalem sebagai ibu kotanya yang tidak bisa terbagi, padahal sesuai kesepakatan internasional, status wilayah itu harus diputuskan melalui negosiasi melibatkan Palestina, bukan diakui sepihak.

Sebelumnya Serbia mengumumkan akan memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Yerusalem, menjadi negara Eropa pertama yang mengikuti langkah AS.

Kabar yang lebih mengejutkan, Kosovo, negara mayoritas berpeduduk muslim bekas bagian dari Serbia, mengumumkan akan membuka kantor misi di Yerusalem.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
20 jam lalu

Balas Trump, Presiden Meksiko: Susah Bertetangga dengan Negara yang Pengguna Narkobanya Banyak

21 jam lalu

Presiden Iran Pidato Kecam Trump di Sidang Umum PBB, Delegasi AS dan Israel Walk out 

23 jam lalu

Presiden Iran: Israel Punya Senjata Nuklir, Kami yang Dibom

1 hari lalu

Trump Ungkap Pertemuan Delegasi AS-Iran Berjalan Baik, Bakal Berlanjut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal