Satu Lagi Negara Muslim Disebut Akan Buka Kedubes untuk Israel di Yerusalem

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu (Foto: AFP)

Dia belakangan ini menggencarkan negosiasi untuk menormalisasi hubungan dengan negara-negara Arab dan muslim, serta mendorong pengakuan internasional lebih luas bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Israel.

Upaya Netanyahu itu dimulai setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 2017 mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, langkah yang ditolak komunitas internasional termasuk Uni Eropa dan PBB.

Israel menyebut Yerusalem sebagai ibu kotanya yang tidak bisa terbagi, padahal sesuai kesepakatan internasional, status wilayah itu harus diputuskan melalui negosiasi melibatkan Palestina, bukan diakui sepihak.

Sebelumnya Serbia mengumumkan akan memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Yerusalem, menjadi negara Eropa pertama yang mengikuti langkah AS.

Kabar yang lebih mengejutkan, Kosovo, negara mayoritas berpeduduk muslim bekas bagian dari Serbia, mengumumkan akan membuka kantor misi di Yerusalem.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Buletin
3 jam lalu

Iran Naikkan Upah Minimum 60 Persen di Tengah Perang dengan AS dan Israel

Internasional
6 jam lalu

Dilaporkan Tewas akibat Serangan Israel, Akun Medsos Ali Larijani Posting Surat Tulisan Tangan

Internasional
7 jam lalu

Israel Klaim Hancurkan Pesawat yang Digunakan Mojtaba Khamenei

Internasional
8 jam lalu

Siapa Ali Larijani, Pejabat Keamanan Tertinggi Iran yang Tewas akibat Serangan Israel?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal