Sebut Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis, AS Tangguhkan Perjalanan

Anton Suhartono
(Foto: Reuters)

YANGON, iNews.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menangguhkan perjalanan para pejabatnya ke Myanmar untuk alasan keamanan.

Hal ini dipicu adanya potensi unjuk rasa yang dilakukan warga Myanmar untuk memprotes pernyataan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson yang menyebut negara itu melakukan pembasmian etnis terhadap Muslim Rohingya.

"Kondisi di utara Rakhine merupakan pembersihan etnis terhadap Rohingya," tegas Tillerson, kemarin.

Pemerintah AS, kata dia, juga akan meminta pertanggungjawaban dan mempertimbangkan memberikan sanksi kepada mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut.

"Ada pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa tentara Burma, pasukan keamanan, dan warga setempat sehingga menyebabkan penderitaan yang luar biasa dan memaksa ratusan ribu laki-laki, perempuan, dan anak-anak meninggalkan rumah mereka," ungkap Tillerson.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Trump Ubah Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, Kanada Protes

4 hari lalu

Trump Kirim Proposal Perjanjian Nuklir AS-Saudi ke Kongres, Syaratnya Harus Berdamai dengan Israel

4 hari lalu

Nah, AS Bersedia Batalkan Operasi Ekonomi terhadap Iran asal Selat Hormuz Dibuka Total

4 hari lalu

Pengadilan AS Larang Lelang 100 Lebih Benda Peninggalan Kapal Titanic, Kenapa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal