Meski Dekat dengan Moskow, Sekutu Rusia Ini Tak Akan Akui Hasil Referendum di Ukraina Timur

Ahmad Islamy Jamil
Masyarakat di Kota Mariupol, Ukraina, memberikan suara dalam referendum yang digelar Rusia, Minggu (25/9/2022). (Foto: Reuters)

ASTANA, iNews.id – Salah satu sekutu dekat Rusia, Kazakhstan, tidak akan mengakui hasil referendum di Ukraina Timur yang diinisiasi Moskow. Hal itu diungkapkan oleh kementerian luar negeri republik bekas Uni Soviet itu, Senin (26/9/2022).

Pemungutan suara sedang berlangsung di empat provinsi atau wilayah Ukraina yang sebagian besar dikendalikan oleh pasukan Rusia. Referendum itu bertujuan untuk memuluskan rencana Moskow menganeksasi wilayah-wilayah tersebut.

“Adapun penyelenggaraan referendum, Kazakhstan berasal dari prinsip-prinsip integritas teritorial negara, kesetaraan kedaulatan dan hidup berdampingan secara damai,” ungkap Juru Bicara Kemlu Kazakhstan, Aibek Smadiyarov.

Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, sudah berulang kali menyerukan penyelesaian konflik Ukraina sesuai dengan Piagam PBB. “Kami menegaskan kembali kesiapan kami untuk memberikan semua kemungkinan bantuan untuk pembentukan dialog politik,” kata Smadiyarov, seperti dikutip Reuters

“Pada saat yang sama, negara kami percaya bahwa menjaga stabilitas di tingkat regional atau global adalah tujuan yang paling penting,” tuturnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
2 hari lalu

Alasan Rusia Buru Pendiri Telegram Pavel Durov hingga Terancam Penjara Seumur Hidup

3 hari lalu

Diburu Rusia, Pendiri Telegram Pavel Durov Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

3 hari lalu

Rusia Buru Pendiri Telegram Pavel Durov

4 hari lalu

KSAL Laksamana Ali Bertemu Pimpinan AL Rusia di St Petersburg, Bahas Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal